https://jurnal.sttsaintpaul.ac.id/index.php/spr/issue/feedSAINT PAUL'S REVIEW2026-01-23T20:30:03+07:00Fenius Guloadmin@jurnal.sttsaintpaul.ac.idOpen Journal Systems<p>Saint Paul's Review adalah jurnal ilmiah berkala yang diterbitkan dua kali setahun oleh Bagian Pusat Studi Sekolah Tinggi Teologi Saint Paul Bandung. Jurnal ini mengkaji isu-isu kontemporer yang ada di tengah-tengah masyarakat khususnya kaum milenial yang sedang mengalami perubahan yang begitu cepat demi berkontribusi dalam pelayanan Gereja di negara kesatuan Republik Indonesia. Penulisan dalam jurnal ini lebih berfokus pada bidang Teologi, Konseling, dan beberapa disiplin ilmu terkait seperti Psikologi, Sosial dan Antropologi.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal SAINT PAUL'S REVIEW telah terakreditasi peringkat 5 sebagai Jurnal Ilmiah Nasional oleh Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi: Nomor 177/E/KPT/2024 periode 2021-2026.</strong></p> <p>Jurnal ini ditulis oleh para teolog Kristen, para dosen dan mahasiswa, para pendeta dan rohaniawan serta orang awam yang menaruh perhatian terhadap pergumulan masyarakat pluralisme dalam gaya penulisan yang dapat dicerna oleh masyarakat Kristen.</p> <p>ISSN: <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2797-5061">2797-5061</a></p>https://jurnal.sttsaintpaul.ac.id/index.php/spr/article/view/123Tinjauan Teologis Terhadap Tradisi Paper Dalam Pernikahan Adat Dayak Benuaq2026-01-23T20:30:03+07:00Ladi Prawatisamuel.bimo@gmail.comBimo Setyo Utomosamuel.bimo@gmail.com<p>Suku Dayak Benuaq memiliki tradisi yang diwariskan dari leluhur mereka dan masih dilaksanakan hingga saat ini dalam upacara pernikahan, yaitu tradisi <em>paper</em>. Tradisi ini merupakan ritual yang wajib dilakukan oleh pasangan yang akan menikah untuk memperoleh restu dari roh leluhur, sehingga mereka dapat memperoleh hal-hal baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan kajian teologis terhadap tradisi <em>paper</em> agar masyarakat memiliki pemahaman tentang prinsip pernikahan yang benar berdasarkan iman Kristen. Firman Tuhan harus menjadi pedoman bagi setiap orang percaya untuk mengevaluasi, menentukan dan menyikapi apa yang benar mengenai pernikahan berdasarkan iman Kristen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini akan menghasilkan tiga prinsip dalam pernikahan: Alkitab melarang untuk menduakan Tuhan, Alkitab melarang pemujaan terhadap roh leluhur, dan Alkitab mengajarkan bahwa Allah adalah sumber berkat dalam pernikahan.</p>2026-02-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 SAINT PAUL'S REVIEWhttps://jurnal.sttsaintpaul.ac.id/index.php/spr/article/view/137Konsep Waktu Dalam Teologi Agustinus Menurut Telaah Atas Confessions dan City of God2026-01-20T11:15:56+07:00Bildath Imanuel BiliBildathimanuel@gmail.comTjiauw Thuan Alias Halihali@sttaletheia.ac.id<p><em>This paper specifically explores Augustine’s thought on the concept of time. Drawing on his two major works, </em><em>Confessions</em><em> and </em><em>City of God</em><em>, the discussion focuses on four main aspects: Augustine’s understanding of time, the theological origin of time, the relationship between God and time, and the human condition as beings who live within time. The discussion will conclude with the author’s analysis and reflection based on Augustine’s formulation of the concept of time. The method employed is the qualitative method, which done by historical methodology. This research is done by exploring two Augustine’s works that explicitly address the notion of time. </em><em>The results of the study show the relationship between time and God and the relationship between time and humans. God transcends and overcomes time where time only began to exist after God created it as He also created other creatures. Humans live in time and space, so humans should live their days with full responsibility as if they only lived today or now.</em></p>2026-02-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 SAINT PAUL'S REVIEWhttps://jurnal.sttsaintpaul.ac.id/index.php/spr/article/view/77Indonesia Potensi-potensi Kontributif Teologi Pentakosta-Kharismatik Bagi Pelayanan Misi di Era Globalisasi 2025-10-20T19:28:54+07:00Christo Siahaansiahaanchristo4@gmail.com<p>Pelayanan misi merupakan sebuah hal penting di dalam Kekristenan. Dalam hal ini, teologi selalu mendasarkan dan mempengaruhi praktik pelayanan misi. Lebih lanjut, pelayanan misi di era sekarang adalah pelayanan misi di era glibalisasi. Dengan demikian, gereja selalu perlu mengembangkan teologi yang baik dalam mengembangkan pelayanan misi di era globalisasi. Penulis di dalam tulisan ini berargumen bahwa teologi pentakosta-kharismatik memiliki potensi kontributif yang unik bagi pelayanan misi di era globalisasi yaitu memberikan dasar teologis untuk memandang isu-isu pelayanan misi di era globalisasi. Keunikan potensi kontributif teologi pentakosta terletak pada doktrin <em>sanctification </em>pentakosta, penekanan pada pneumatologis dan baptisan Roh. Penulis melakukannya dalam beberapa tahapan. Pertama, penulis melakukan survei mengenai isu-isu misi di era globalisasi yaitu kompleksitas budaya, pluralitas agama, lingkungan, dan kemiskinan sekaligus menunjukkan kebutuhan teologis dalam menyikapi isu-isu tersebut. Kedua, penulis menunjukkan konstruksi misiologis teologi pentakosta-kharismatik sebagai dasar teologis bagi isu-isu tersebut dengan doktrin <em>sanctification</em>, pneumatologi dan baptisan Roh sebagaimana dijelaskan oleh teolog-teolog pentakosta-kharismatik. Di dalam kedua tahapan tersebut, penulis menggunakan metode sistematika yang dijelaskan oleh Amos Winarto, melalui metode tersebut, penulis melakukan survei berbagai teolog pentakosta lalu menerapkannya pada isu-isu tersebut.</p>2026-01-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 SAINT PAUL'S REVIEWhttps://jurnal.sttsaintpaul.ac.id/index.php/spr/article/view/132Filosofi Team Work dalam Pelayanan Paulus dan Barnabas 2025-12-19T14:01:01+07:00Sostenis Nggebusostenis.nggebu@gmail.com<p><em>This article examines the philosophical value of teamwork in the ministry of the Apostles Paul and Barnabas, especially in the first period of evangelistic missions (Acts 13-14). Paul and Barnabas point to an example of effective and impactful cooperation in church ministry, focusing on outreach to Gentiles without imposing Jewish tradition. This study uses the study method of theological literature to analyze the dynamics of their teamwork and its relevance to the church in the postmodern era. The results of the study show that teamwork is not only a method, but an important foundation in church ministry. Effective cooperation increases efficiency, expands reach, and builds strong communities, while reflecting the essence of the church as the body of Christ. The philosophical values of Paul and Barnabas' teamwork, such as synergy, unity in diversity, and focus on mission, remain relevant and applicable to improve the quality of church service today.</em></p>2025-12-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 SAINT PAUL'S REVIEW