Tinjauan Teologis Terhadap Tradisi Paper Dalam Pernikahan Adat Dayak Benuaq
DOI:
https://doi.org/10.56194/spr.v5i2.123Keywords:
paper, dayak benuaq, marriage tradition, Theological Review, Christian FaithAbstract
Suku Dayak Benuaq memiliki tradisi yang diwariskan dari leluhur mereka dan masih dilaksanakan hingga saat ini dalam upacara pernikahan, yaitu tradisi paper. Tradisi ini merupakan ritual yang wajib dilakukan oleh pasangan yang akan menikah untuk memperoleh restu dari roh leluhur, sehingga mereka dapat memperoleh hal-hal baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan kajian teologis terhadap tradisi paper agar masyarakat memiliki pemahaman tentang prinsip pernikahan yang benar berdasarkan iman Kristen. Firman Tuhan harus menjadi pedoman bagi setiap orang percaya untuk mengevaluasi, menentukan dan menyikapi apa yang benar mengenai pernikahan berdasarkan iman Kristen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini akan menghasilkan tiga prinsip dalam pernikahan: Alkitab melarang untuk menduakan Tuhan, Alkitab melarang pemujaan terhadap roh leluhur, dan Alkitab mengajarkan bahwa Allah adalah sumber berkat dalam pernikahan.
References
Amz, Roedy Haryo Widjono. (2018). Masyarakat Dayak Menatap Hari Esok. Grasindo.
Anggito, Albi, & Setiawan, Johan. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. CV Jejak.
Bidaya, Foluaha. (2019). SKETSA PERNIKAHAN DALAM PERJANJIAN LAMA DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN. REGULA FIDEI: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 4(2), 92–110. https://doi.org/https://doi.org/10.46307/rfidei.v4i2.34
Bulan, Susanti Embong, & Sianipar, Henny Debora. (2020). Kecemburuan Allah Terhadap Penyembahan Berhala Dan Patung Menurut Keluaran 20:4. Journal of Religious and Socio-Cultural, 1(2), 101–111. https://doi.org/https://doi.org/10.46362/jrsc.v1i2.39
Chandra, L. C., Endi, Y., Randa, A. G., & Putra, G. B. (2022). Perkawinan Adat Dayak Kanayatn dan Hubungannya dengan Perkawinan Gereja Katolik. ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Dan Budaya, 2(2), 192–203.
Ginting, Saronisa. (2021). Dampak Konversi Agama Pra-Pernikahan Terhadap Eksistensi Keluarga Kristen. ILLUMINATE: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 4(1), 35–49. https://doi.org/10.54024/illuminate.v4i1.96
Gönner, Christian. (2002). A forest Tribe of Borneo: Resource Use Among the Dayak Benuaq. DK Printworld.
Gunawan, Suliana. (2011). Tinjauan Alkitab terhadap Konsep Kematian dan Kehidupan setelah Kematian Dalam Tradisi Tionghoa dan Implikasinya dalam Pelayanan Penginjilan terhadap Orang Tionghoa. Seminari Alkitab Asia Tenggara.
Habibie, Hiasintus. (2022). Kamus Populer Dayak Benuaq Rajaaq Kenohan. Jejak Pustaka.
Habibie, Hiasintus, & Nanang, Martinus. (2017). Makna Emic Simbol-simbol Perkawinan Adat Dayak Beuaq Kenohan dan Perkawinan Katolik. Gaudium Vestrum: Jurnal Kateketik Pastoral, 1(1), 53–66. https://www.ojs.stkpkbi.ac.id/index.php/jgv/article/view/25
Munroe, Myles. (2015). The Purpose and Power of Love and Marriage. Immanuel.
Nainggolan, Alon Mandimpu, & Harefa, Tirai Niscaya. (2020). Spiritualitas Pernikahan Kristen. Diegesis?: Jurnal Teologi, 5(1), 1–15. https://sttbi.ac.id/journal/index.php/diegesis/article/view/28
Noortyani, Rusma. (2016). Struktur Narasi Perkawinan Dayak Maanyan. Media Nusa Creative.
Pasaribu, Marulak. (2001). Pernikahan dan Keluarga Kristen. Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia.
Puji, Lelay Nangkai. (2018). NILAI BUDAYA DALAM TRADISI LISAN PERNIKAHAN ADAT DAYAK MAANYAN DI KALIMANTAN TENGAH. Jurnal Bahasa, Sastra Dan Pembelajarannya, 8(1), 101–112.
Rahmawati, Hetti. (2016). LOCAL WISDOM DAN PERILAKU EKOLOGIS MASYARAKAT DAYAK BENUAQ. Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi, 3(1), 72–78. https://doi.org/https://doi.org/10.23917/indigenous.v13i1.2325
Sinaga, Janes, Sinambela, Juita Lusiana, Pandiangan, Kingston, & Purba, Beni Chandra. (2023). Impian Keluarga Bahagia: Memilih Pasangan Hidup yang Seimbang Menurut Kristen. Indonesian Journal of Psychology and Behavioral Science, 1(1), 11–22. https://doi.org/https://doi.org/10.55927/mental.v1i1.3128
Trisio, Daniel. (2020). Tinjauan Alkitabiah Terhadap Prosesi Perkawinan Adat Dayak Tunjung di Kutai Barat. Mathetes: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 1(1), 1–20. https://sttbethelsamarinda.ac.id/e-journal/index.php/mathetes/article/view/1
Utomo, Bimo Setyo. (2019). Trilogi Persaudaraan yang Rukun Menurut Mazmur 133: Sebuah Nasehat, Dasar, dan Berkat. JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO, 1(2), 101–113. https://doi.org/10.46929/graciadeo.v1i2.15
Utomo, Bimo Setyo. (2020). Ibadah yang Benar menurut Amos 5: 4-6 dan Relevansinya bagi Tugas dan Panggilan Gereja di Masa Kini. MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi Dan Kepemimpinan Kristen, 2(1), 36–46. http://e-journal.sttikat.ac.id/index.php/magnumopus/article/view/73
Wati, J. A., Saputri, N. V., Manurung, S., & Chrishagel, B. (2021). SISTEM TRADISI PERKAWINAN ADAT DAYAK NGAJU DI DESA PAMARUNAN KECAMATAN KAHAYAN TENGAH. Jurnal Kewarganegaraan, 5(2), 432–440.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 SAINT PAUL'S REVIEW

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



